Danau Seluluk, 2025 —
Musibah alam yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir
menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Dampak kerusakan fasilitas
umum, pemukiman warga, hingga terganggunya akses layanan dasar menjadi pukulan
berat bagi para korban yang kini harus menghadapi kehilangan besar, baik harta
benda maupun anggota keluarga. Tragedi ini kembali mengingatkan seluruh bangsa
bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan besar selalu berada dalam ancaman
bencana alam yang datang tanpa diduga. Dalam situasi seperti ini, solidaritas
nasional menjadi kekuatan utama yang menguatkan persatuan serta nilai
kemanusiaan antarwarga bangsa.
Rasa kepedulian tersebut juga
dirasakan oleh keluarga besar SMA Nesada di Kecamatan Danau Seluluk, yang sejak
awal menerima informasi mengenai bencana langsung menunjukkan respons cepat
melalui aksi nyata untuk membantu saudara-saudara di Sumatera. Semangat
solidaritas ini sejalan dengan kesadaran bahwa seluruh warga bangsa memiliki
tanggung jawab moral untuk saling mendukung ketika sebagian masyarakat sedang
tertimpa musibah.
Sebagai bagian dari langkah
kemanusiaan, PGRI Kecamatan Danau Seluluk membuka Posko Bantuan untuk Sumatera
sebagai wadah resmi penyaluran bantuan dari guru, sekolah, organisasi masyarakat,
serta pihak-pihak yang ingin menunjukkan kepedulian. Informasi ini disampaikan
kepada seluruh sekolah di wilayah Danau Seluluk, termasuk SMA Nesada yang
langsung mengambil langkah konkret untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
Menindaklanjuti pemberitahuan
tersebut, Kepala SMA Nesada melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,
Bapak Bibit Harianto, S.Pd., M.Pd., mengeluarkan imbauan resmi melalui grup
komunikasi sekolah. Dalam pesan tersebut, beliau mengajak seluruh guru, tenaga
kependidikan, dan peserta didik untuk memberikan sumbangan sukarela sebagai
bentuk keikhlasan serta dukungan moral kepada masyarakat di Sumatera yang
tengah menghadapi masa sulit. Beliau menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna
tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, rasa
empati, serta kesadaran sosial dalam diri peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, Wakasek
Kesiswaan segera berkoordinasi dengan OSIS SMA Nesada untuk menyiapkan
mekanisme penggalangan dana di lingkungan sekolah. OSIS diberi kepercayaan
untuk mengorganisasi kegiatan tersebut mengingat perannya sebagai wadah
pembinaan kepemimpinan dan karakter siswa. Melalui koordinasi dengan Pembina
OSIS dan pihak sekolah, disusunlah alur pengumpulan donasi dari seluruh peserta
didik. Kegiatan penggalangan dana dijadwalkan sebelum pelaksanaan Asesmen
Sumatif Akhir Semester (ASAS) agar seluruh siswa yang hadir sebelum ujian dapat
berpartisipasi secara optimal.
Meskipun para siswa tengah
mempersiapkan diri menghadapi evaluasi akhir semester, semangat mereka untuk
membantu korban bencana sangat tinggi. Banyak siswa secara sukarela datang
memberikan donasi sambil menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat
meringankan beban para korban. Sikap ini menunjukkan keberhasilan sekolah dalam
membangun karakter peserta didik melalui penanaman nilai empati dan kepedulian
sosial.
Selama proses pengumpulan dana,
guru-guru turut memberikan contoh dengan berpartisipasi langsung dan memberikan
motivasi kepada peserta didik. Mereka menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan
seperti ini merupakan bagian dari ibadah sekaligus pembelajaran berharga
tentang nilai gotong royong. Cerita inspiratif mengenai pentingnya berbagi juga
semakin memperkuat semangat para siswa untuk berkontribusi.
Pengurus OSIS kemudian bergerak dari
kelas ke kelas untuk menghimpun sumbangan secara tertib, mencatat setiap donasi
yang diterima, dan memastikan seluruh proses berlangsung transparan. Setelah
kegiatan selesai, OSIS menyerahkan laporan resmi kepada Wakasek Kesiswaan.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) yang
merupakan sumbangan sukarela dari siswa, dan Dewan guru.
Seluruh donasi tersebut kemudian
disalurkan melalui PGRI Kecamatan Danau Seluluk dengan ditransfer ke rekening 7062
0100 3471 502 / BRI atas nama AGUS SAKRONI, selaku pengurus PGRI yang
bertanggung jawab dalam penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana. Pihak
sekolah memastikan proses penyaluran dilakukan secara akuntabel dan tepat
sasaran.
Usai penyerahan donasi, pihak sekolah
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga SMA Nesada atas
solidaritas dan kepedulian yang telah ditunjukkan. Kepala sekolah memberikan
penghargaan kepada guru-guru yang mendukung penuh kegiatan ini, kepada OSIS
yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta kepada seluruh siswa yang telah
memberikan donasi meski di tengah kesibukan persiapan menghadapi ujian
semester.
Sekolah berharap gerakan kemanusiaan
seperti ini dapat menjadi tradisi positif dan bagian penting dari budaya
sekolah. Melalui aksi sederhana seperti berbagi, peserta didik diharapkan
semakin memahami bahwa hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga
tentang bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Selain bantuan materi, sekolah juga
mengajak seluruh warga untuk memanjatkan doa bagi para korban agar diberi
kekuatan, kesabaran, dan kelancaran dalam menjalani proses pemulihan
pascabencana. SMA Nesada berharap agar musibah di Sumatera segera berakhir dan
masyarakat dapat kembali menata kehidupan mereka.
Melalui kegiatan sosial ini, SMA Nesada
kembali menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga
ruang untuk membangun karakter, menanamkan nilai kemanusiaan, dan memperkuat
kepedulian sosial. Aksi solidaritas ini menjadi bukti nyata bahwa nilai empati
yang ditanamkan kepada peserta didik mampu diwujudkan dalam tindakan nyata yang
membawa manfaat bagi sesama.